Minggu, 14 Mei 2023

Kegiatan monitoring kesehatan Ikan dan Lingkungan

 Kamis 15 Mei 2023.

Pada hari Kamis 15 Mei 2023  Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kab. Hulu Sungai Selatan bersama dengan Tim Kesehatan Ikan dan Lingkungan BPBAT Mandiangin melakukan Kegiatan monitoring kesehatan Ikan  dan lingkungan di pembudidaya ikan dan Pokdakan Anugerah Desa Batang Kulur Tengah. 
Kesehatan ikan dan lingkungan budidaya merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung keberhasilan usaha budidaya perikanan. Pembudidaya ikan disarankan untuk selalu memonitor kesehatan ikan dan kondisi kualitas air lingkungan budidayanya agar penyebaran penyakit dan penurunan kualitas air budidaya perikanan dapat diantisipasi sebelum menyebabkan kerugian bagi pelaku usaha budidaya perikanan itu sendiri.  Akan tetapi tidak setiap pembudidaya ikan mempunyai alat untuk mengukur setiap parameter. 
      
       Monitoring kesehatan ikan dan lingkungan pada lokasi Budidaya diperlu dilakukan. Untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit ikan yang dapat merugikan pembudidaya ikan. Kegiatan monitoring meliputi pengambilan sampel ikan untuk dicek ada atau tidaknya parasit ikan, serta pengecekan kualitas air. Parameter air yang dicek yaitu pH, suhu, dan kandungan oksigen.

   Dari hasil pengecekan tersebut diperoleh hasil didapatkan kematian benih ikan yang disebabkan karena stress pengangkutan. Kondisi stres karena perubahan lingkungan dari tempat asal ke tempat yang baru akan menurunkan imunitas tubuh ikan. kondisi ini harus segera diantisipasi dengan menjaga kualitas air, menambah vitamin pada pakan, dan pengendalian parasit dengan pemberian antiseptik seperti garam, blue copper, atau bahan alami, salah satunya fermentasi debog pisang. Cara pemberian pakan juga perlu diperhatikan. Jika kesehatan ikan tidak begitu baik, disarankan pakan dikurangi atau dihentikan sampai kondisi membaik.

Senin, 08 Mei 2023

MONITORING KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN

 Selasa, 9 Mei 2023. 

      Kesehatan ikan dan lingkungan budidaya merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung keberhasilan usaha budidaya perikanan. Pembudidaya ikan disarankan untuk selalu memonitor kesehatan ikan dan kondisi kualitas air lingkungan budidayanya agar penyebaran penyakit dan penurunan kualitas air budidaya perikanan dapat diantisipasi sebelum menyebabkan kerugian bagi pelaku usaha budidaya perikanan itu sendiri.  Akan tetapi tidak setiap pembudidaya ikan mempunyai alat untuk mengukur setiap parameter. Atas pertimbangan tersebut, Dinas Perikanan Kab. Hulu Sungai Selatan melakukan kegiatan monitoring kesehatan dan lingkungan ikan.
      Hari Selasa  tanggal 9 Mei 2023 Seksi Keskanling Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kab. Hulu Sungai Selatan didampingi Penyuluh Perikanan Daha Selatan  melakukan Kegiatan monitoring kesehatan Ikan  dan lingkungan di Daha Selatan. Adapun Kelompok yang dikunjungi dan diambil sebagai lokasi sampel, yakni Pokdakan Sinar Harapan Desa Banjarbaru.
       Monitoring kesehatan ikan dan lingkungan pada lokasi Budidaya diperlu dilakukan. Untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit ikan yang dapat merugikan pembudidaya ikan. Kegiatan monitoring meliputi pengambilan sampel ikan untuk dicek ada atau tidaknya parasit ikan, serta pengecekan kualitas air. Parameter air yang dicek yaitu pH, suhu, dan kandungan oksigen.





   Dari hasil pengecekan tersebut diperoleh hasil didapatkan kematian benih ikan yang disebabkan karena stress pengangkutan. Kondisi stres karena perubahan lingkungan dari tempat asal ke tempat yang baru akan menurunkan imunitas tubuh ikan. kondisi ini harus segera diantisipasi dengan menjaga kualitas air, menambah vitamin pada pakan, dan pengendalian parasit dengan pemberian antiseptik seperti garam, blue copper, atau bahan alami, salah satunya fermentasi debog pisang. Cara pemberian pakan juga perlu diperhatikan. Jika kesehatan ikan tidak begitu baik, disarankan pakan dikurangi atau dihentikan sampai kondisi membaik.

MONITORING BUDIDAYA IKAN SISTEM NET TANCAP DI DESA PAKAPURAN KECIL

 Selasa 9 Mei 2023.

Keramba Jaring Tancap (KJT) atau (fixed net cage) adalah sistem teknologi budidaya dalam wadah berupa jaring yang diikatkan pada patok yang menancap ke dasar perairan. Komponen ini meliputi rangka, kantong jaring, patok dan rumah jaga. Patok berfungsi sebagai penyangga jaring sehigga dapat berbentuk segi empat, terbuat dari bambu, kayu, atau beton. 







Sistem ini ditempatkan pada perairan danau, laut, sungai, atau waduk yang memiliki kedalaman sekitar 2-3 m. Keramba Jaring Tancap (KJT) merupakan jaring kantong berbentuk persegi yang dipasang pada kerangka bambu atau kayu yang ditancap pada dasar perairan. Pasangan kayu / bambu ditancap rapat, seperti pagar, atau hanya dipasang di bagian sudut kantong jaring. Ikan yang dapat dibudidayakan dengan teknik karamba jaring tancap yaitu ikan mas, nila, patin, lele, bawal, betutu dan jenis ikan air tawar lainnya.

Budidaya perikanan merupakan suatu kegiatan pemeliharaan ikan dalam kondisi terkontrol yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat atau pelaku usaha. Kegiatan budidaya ikan dapat memberikan manfaat berupa memberikan pemasukan keuangan bagi masyarakat,memanfaatkan lahan kosong dan juga dapat memenuhi kebutuhan pangan. 

Hasil dari monitoring Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Bumdes SETIA KAWAN desa Pakapuran Kecil Kecamatan Daha Utara menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan sistem net tancap layak dilakukan.

DINAS PERIKANAN BAGI AIR BERSIH DI KAYU ABANG

Senin, 16 Oktober 2023. Dalam menghadapi musim kemarau yang panjang tahun ini (2023), Dinas Perikanan turut berpartisipasi dalam kegiatan B...